SERAMBIISLAM.COM – Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia Tuan Guru Bajang Haji Muhammad Zainul Majdi menyatakan bahwa dari surut pandang agama, aksi bom bunuh diri dikecam dalam pandangan Islam.
Dalam keterangannya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis, Tuan Guru Bajang (TGB) menjelaskan bahwa Rasulullah Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam (SAW) lebih dari satu kesempatan menekankan seorang Muslim harus menjaga dirinya, termasuk juga orang di sekelilingnya.
“Oleh sebab itu, segala hal yang membuat orang lain terganggu kenyamanan, keamanan, apalagi hidupnya, itu bertentangan dengan Islam. Saya yakin agama lain juga begitu,” katanya.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Oleh karena itu, di Indonesia yang subur dengan nilai agama tak memiliki tempat untuk terorisme,” jelas TGB.
Ketua Umum Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah itu juga mengutuk aksi bom bunuh diri yang terjadi di Markas Kepolisian Sektor Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu 7 Desember 2022, hingga mengakibatkan korban jiwa.
“Tidak dibenarkan oleh agama mana pun tindakan bom bunuh diri ini,” ucap TGB.
Baca Juga:
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Menurut mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode itu, aksi bom bunuh diri yang dilakukan di kantor polisi tersebut bertentangan dengan nilai yang dianut, baik agama, kebangsaan maupun kemanusiaan.
“Kita di Indonesia disemai dengan nilai mulia, di antaranya adalah persaudaraan dan kemanusiaan.
Semua nilai itu dinafikan dengan pemboman itu,” imbuhnya.
TGB meminta seluruh perangkat negara dan komponen masyarakat untuk mengambil langkah yang diperlukan agar tidak terjadi kembali aksi pengeboman seperti itu.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
Doktor Ahli Tafsir Alquran itu juga mengajak semua elemen di Indonesia menyuarakan penolakan pada aksi bom bunuh diri.
Perangkat negara juga harus menjalankan tugasnya secara maksimal dan memberikan proteksi kepada warga negara.
“Berikan rasa aman dan menindak tegas yang memang nyata-nyata memenuhi unsur delik terorisme. Kalau sudah nyata pasal terorisme segera ditindak tegas, ” kata TGB.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban meninggal dunia maupun luka-luka akibat bom bunuh diri.
TGB menyebut Aiptu Anumerta Sofyan, anggota polisi yang meninggal dunia dalam peristiwa bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, adalah seorang pahlawan dan meninggal syahid.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Serambiislam.com, semoga bermanfaat.


















