SERAMBIISLAM.COM – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kepada jemaah haji Indonesia untuk membawa barang seperlunya dan memang dibutuhkan selama beribadah haji.
“Meski ini sudah masuk tahun politik, tidak perlu membawa atribut-atribut partai atau organisasi.”
“Apalagi dibawa untuk foto-foto di area Masjidil Haram atau Masjid Nabawi,” kata Yaqut Cholil Qoumas.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bila tertangkap pihak keamanan Arab Saudi, bisa terkena hukuman,” imbuh Yaqut Cholil Qoumas dikutip dari laman resmi Kemenag.
Pernyataan tersebut disampaikan Yaqut Cholil Qoumas di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu dini hari, 24 Mei 2023.
Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan saat melepas keberangkatan 388 jemaah haji kloter pertama Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 01)
Baca Juga:
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Yaqut juga mengingatkan jemaah mengenai adanya larangan membawa segala bentuk jimat.
Menurut dia, jika kedapatan membawa barang itu bisa terkena pasal syirik di Arab Saudi dan hukumannya berat.
“Saya berharap jemaah dapat bijak menggunakan sosial media selama di Saudi.”
“Jangan sembarangan membuat konten negatif saat berada di Haramain lalu diunggah di media sosial.”
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
“Jadi sekali lagi saya pesan, fokus beribadah saja,” tegas Yaqut Cholil Qoumas.***
















