SERAMBI ISLAM – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin menyebut Pesantren telah memberikan banyak pelajaran tentang perjuangan ahlussunnah wal jemaah.
Karena itu ia mengimbau seluruh santri untuk meneladani para masyayikh yang selama ini menjadi motor penggerak perjuangan Aswaja.
“Saya minta adik-adik santri jangan lelah meneladani para masyayikh di pesantren yang penuh berkah ini.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena apa? Karena pesantren telah memberikan banyak pembelajaran sejarah penguatan perjuangan Aswaja,” kata Gus Muhaimin saat menyapa santri Ponpes API Tegalrejo, Magelang, Sabtu, 12 Maret 2022.
Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra ini menambahkan, alumni-alumni pondok pesantren juga terbukti membawa manfaat bagi masyarakat.
Tak hanya di lingkungan terdekat, namun di kancah nasional maupun internasional banyak sekali alumni pesantren yang turut menebar manfaat di berbagai bidang.
Baca Juga:
Lebih dari 5.000 Merek Bahas Tren Global di Ajang Shenzhen Gift Fair 2026 yang Digelar RX Huabo
“Alumni-alumni pesantren (banyak) yang menjadi pemimpin umat yang tentu diharapkan membawa kemaslahatan umat dan bangsa,” ujarnya.
Gus Muhaimin berkata, program pesantren tidak hanya membekali seluruh dengan berbagai macam disiplin ilmu, namun juga membekali mereka dengan akhlakul karimah, seperti yang diterapkan di Ponpes API Tegalrejo.
Selain itu, imbuh Gus Muhaimin, pesantren juga membekali santri ilmu siyasah atau politik ala ahlissunnah wal jemaah.
“Jadi ada tiga dimensi (santri), dimensi pertama pesantrennya, dimensi kedua keumatan dan kemasyarakatannya, ketiga politik dan kenegarannya,” tutue Gus Muhaimin.
Baca Juga:
Ruijie Networks Gelar 2026 SBG APAC Channel Partner Summit di Chongqing; Luncurkan Merek SME Cybrey
Kebangkitan Desa Pegunungan: “Homestay Economy” di Guizhou Jadi Angin Segar bagi Desa-Desa Etnik
Seluruh dimensi kesantrian itu disebut Gus Muhaimin merupakan warisan luhur Rois Akbar Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy`ari yang dilanjutkan oleh para masyayikh Pondok Pesantren, termasuk pendiri Ponpes API Tegalrejo, Alm. KH. Chudlori.
Gus Muhaimin juga mengingatkan peran besar pesantren dalam hal dakwah Islamiyah. Ia menyebut pesantren sejauh ini tetap menjadi rujukan dakwah Islamiyah terbaik, terutama terkait dengan rujukan pendidikan akhlak.
“(Pesantren juga) menjadi penyangga kultur, budaya dan tradisi kehidupan masyarakat.”
“Nah semua pesantren luar biasa, menjadi pilar dan pondasi akhlak umat dan masyarakat. Maulidan, dibaan, pengajian, yasinan, tahlilan semua dilakukan di pesantren,” tegas Gus Muhaimin.***
















