SERAMBIISLAM.COM – Sampai dengan Minggu 17 Maret 2024 KPU RI sudah merekapitulasi 33 provinsi dalam pemilihian presiden.

Pasangan calon Pilpres 2024 nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, menang di 31 provinsi dengan persentase 58.5 persen.

Mengomentari hasil sementara ini, Pimpinan Partai Gerindra Habiburokhman menyebut hal ini sebagai bukti tidak terjadi kecurangan Pemilu 2024.

“Syukur alhamdulillah rekapitulasi berjenjang menunjukkan hasil yang tidak berbeda dengan quick count,” kata Waketum Gerindra Habiburokhman saat dikonfirmasi, Senin (18/3/2024).

Habiburokhman menyebut tak ada kecurangan Pemilu 2024 karena seluruh saksi paslon ikut dalam proses rekapitulasi di semua tingkatan.

Habiburokhman juga menyebut tak ada protes mengenai dugaan keterlibatan aparat dalam prosesnya.

Baca artikel lainnya di sini : Rumah Warga di Kabupaten Ngawi Tertimpa Longsor Batu Sebesar ‘Pos Kamling’ Saat Ditinggal Buka Bersama

“Ini membuktikan bahwa tidak terjadi kecurangan selama pemilu ini karena saksi-saksi seluruh paslon diikutsertakan.”

“Dalam proses rekapitulasi mulai dari tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional,” ujar Habiburokhman.

Lihat juga konten video, di sini : Prabowo Unggul di Pilpres 2024, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez Ucapkan Selamat via Surat Resmi

“Tidak ada protes soal keterlibatan kapolda, atau presiden selama rekapitulasi tersebut,” imbuh wakil ketua Komisi III DPR RI itu.***

Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita nasional Poinnews.com

Sempatkan juga untuk. membaca artikel menarik lainnya, di portal berita 24Jamnews.com dan Bisnispost.com

Untuk kebutuhan publikasi press release di portal berita ini, atau serentak di puluhan media online lainnya, dapat menghubungi (WhatsApp) Jasasiaranpers.com:
08531 555 778808781 555 778808191 555 77880811 115 7788.

Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.