SERAMBI ISLAM – Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Mardiono, akhirnya resmi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP PPP setelah dikukuhkan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Serang, Banten, Senin, 5 September 2022.

Mukernas yang berlangsung secara cepat dan penuh kekeluargaan itu, hanya menetapkan Mardiono sebagai Plt Ketum, sementara untuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) masih dijabat oleh Arwani Thomafi.

Dari pantauan di lokasi acara Hotel Swiss Bellin Modern Cikande, Mukernas sendiri baru mulai pada sekitar jam 23.00 wib pada hari Minggu dan berakhir pada jam 01.00 Senin dihihari.

Terlihat hadir hampir seluruh Pengurus Harian (PH) DPP PPP, namun tidak hadir Ketum Suharso Monoarfa dan Sekjen Arwani Thomafi.

Pimpinan sidang sendiri merupakan Wakil Ketua Umum (Waketum) Amir Uskara, yang didampingi oleh beberapa orang Ketua DPP dan para Ketua Dewan Majelis.

Setelah membahas beberapa tata tertib acara, Mukernas langsung kepada acara inti yakni pengukuhan Plt Ketua Umum.

Nama Muhammad Mardiono menjadi satu-satunya yang mendapatkan dukungan untuk mengemban amanah tersebut.

Mardiono yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menyanggupi untuk menjalankan tugas yang diberikan kepadanya.

“Saya mohon dukungan kepada semua pihak, karena ini merupakan pekerjaan berat. Apalagi kita sedang menghadapi persiapan Pemilu 2024,” ujarnya kepada wartawan selesai acara pengukuhan.

Mardiono juga akan melaksanakan konsolidasi organisasi dan merapatkan lagi barisan di kalangan pengurus, agar tidak ada lagi perpecahan setelah ini.

“Semua ini harus dilakukan bersama-sama, harus kompak dan solid. Semoga PPP tidak ada lagi perpecahan,” lanjutnya.

Selain posisi Plt Ketua Umum, tidak ada lagi posisi yang berganti. Posisi Sekjen masih tetap dijabat oleh Arwani Thomafi.

Namun sampai berita ini tayang, RuPol masih belum konfirmasi dari Suharso Monoarfa maupun Arwani Thomafi.***

Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.