SERAMBI ISLAM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta pemerintah bertindak tegas terhadap perkembangan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).
Hal itu menanggapi rencana kebijakan pemerintah Singapura yang akan menghapus larangan LGBT.
“Dari dulu kami jelas melarang (LGBT) karena bertentangan dengan prinsip agama,” ujar Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei, Selasa 23 Agustus 2022.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Laporan Omdia Semester I-2026: Hisense Pimpin Pasar Global TV 100 Inci ke Atas
ICP DAS-BMP Pamerkan Inovasi TPU Medis di Ajang Medical Manufacturing Asia 2026

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sehingga, kami akan mengeluarkan peringatan keras terhadap masyarakat yang melakukan itu,” katanya melanjutkan.
Rachmat menuturkan negara Indonesia merupakan negara Pancasila yang berketuhanan maha esa. Seluruh agama pun telah melarang praktik LGBT.
“Di negara berdasarkan Pancasila, semua agama melarangnya,” ujarnya.
Baca Juga:
LX Pantos Indonesia Tingkatkan Komitmen CSR dengan Merenovasi Sekolah di Bekasi
WYF Himpun Lebih dari 400 Pelajar dalam Ajang Future Liberal Arts Leadership Summit di Makau
Menurut Rachmat, agama Islam menyebutkan LGBT sebagai kejahatan kemanusiaan yang merusak.
Ia pun menegaskan hak asasi manusia itu terhormat dan bukan atas keinginan diri sendiri. Oleh karena itu menjaga keturunan yaitu dengan cara menjaga keturunan yang terhormat.
Jika pemerintah membiarkan perkembangan LGBT, maka negara akan ikut bobol.
“Pemerintah harus tegas berdasarkan UUD dan landasan negara,” kata Rachmat.
Baca Juga:
Menjawab Pertumbuhan Pariwisata, Archipelago Hotels Terus Berkembang Menjangkau Beragam Pasar
Coway Raih Penghargaan IDEA Design Awards 2026, Lengkapi “Grand Slam” Desain Internasional
Menurut dia, manusia yang berkeadaban dan terhormat dijaga oleh negara Pancasila.
“Tegakkan hak asasi manusia berdasarkan Pancasila,” kata Rachmat mengakhiri pembicaraan. ***















