SERAMBI ISLAM – Polres Metro Depok membongkar sindikat pembuat dan pengedar uang palsu (upal) pecahan Rp100 ribu yang beroperasi di Jawa hingga Bali.

Dalam pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti upal senilai Rp317 juta.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar mengatakan pihaknya menangkap tiga pelaku.

Mereka masing-masing laki-laki berinisial AM dan RG, satu lainnya perempuan inisial N.

“Di sini ada tiga pelaku, yang pertama pelaku atas nama Novi adalah seorang perempuan yang mengedarkan di Tangerang dan Depok.

Dua lainnya ditangkap di Tegal,” ungkap Imran kepada wartawan, Kamis 28 Juli 2022.

Adapun modus para tersangka dalam mengedarkan uang palsu tersebut, lanjut Edwin, mereka bertransaksi di pasar tradisional. Selain itu, pelaku juga menjual upal secara terang-terangan.

“Sasaran para tersangka ini membelanjakannya di warung-warung kecil, menjual secara bebas seharga Rp 1juta untuk Rp2,5 juta uang palsu,” ujar .

Menurut Imran, tersangka AM merupakan otak peredaran uang palsu dan mengajari anggota komplotan lainnya cara membuat upal. Dia pernah dipenjara selama dua tahun atas kasus yang sama.

“Yang namanya AM ini pernah kita lakukan penangkapan juga atas kasus yang sama. Kemudian menjalani hukuman dua tahun dan setelah itu kembali berbuat,” tuturnya.

Atas perbuatannya, para tersangka pengedar uang palsu dijerat dengan Pasal 55 jo Pasal 244 dan Pasal 245 KUHP, dan atau Pasal 36 ayat 1 sampai 3 UU No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Ancaman hukumannya (paling lama) 15 tahun penjara,” tukasnya.***

Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.