Soal Alutsista Bekas, Capres Prabowo Subianto Jelaskan Bukan Soal Bekas Tidak Bekas, Tapi Usai Pakai

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 8 Januari 2024 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon presiden dari nomor urut 2, Prabowo Subianto saat debat capres yang diadakan KPU di Istora Senayan. (Dok. Tim Media Prabowo-Gibran)

Calon presiden dari nomor urut 2, Prabowo Subianto saat debat capres yang diadakan KPU di Istora Senayan. (Dok. Tim Media Prabowo-Gibran)

SERAMBIISLAM.COM – Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menjelaskan pertimbangan pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) bekas.

Prabowo menjawab pertanyaan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Prabowo mengatakan alutsista dinilai dari masa atau usia pakai (flying dan sailing hours).

Dalam penjelasannya, usia dari alutsista sekitar 25-30 tahun, baik pesawat terbang; kapal perang, dan sebagainya.

“Jadi, bukan soal bekas dan tidak bekas, tapi usai pakai, kemudaan,” ucap Prabowo.

Baca artikel lainnya di sini : Siap Kirim Pasukan Perdamaian dan Kapal RS, Prabowo Subianto: Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina

Prabowo menjelaskan hal itu dalam acara debat ketiga capres 2024 yang diselenggarakan KPU RI di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Ia kemudian mencontohkan pesawat Mirage 2000-5 dari Qatar yang hendak dibeli Kementerian Pertahanan.

Prabowo mengingatkan usia pakai pesawat tersebut masih bisa 15 tahun lagi.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Lihat juga konten video, di sini: Soal Alutsista Bekas, Prabowo Subianto Jelaskan Bukan Soal Bekas Tidak Bekas, Tapi Usai Pakai

“Pesawat Mirage 2000-5 yang ada di Qatar, yang rencananya kita ingin akuisisi, itu usia pakainya masih 15 tahun,” ungkap Prabowo.

Ia melanjutkan, pesawat tersebut memiliki teknologi yang mengarah pada pesawat yang lebih canggih.

Pesawat tersebut awalnya ingin dibeli karena ada kebutuhan.

“Teknologi ini mengarah kepada yang lebih canggih. Kita menunjukkan yang canggih, yang terbaru.”

“Tapi kalau kita beli baru, datangnya, pak, baru 3 tahun dan operasionalnya baru 7 tahun.”

“Sementara 3 sampai 7 tahun ini kita butuh deterrence (pencegahan), kita butuh kemampuan,” jelas dia.***

Berita Terkait

Dari Sidang MPR Hingga Sound Horeg, Eko Patrio Buka Fakta
KPK Sebut Tak Pernah Diundang Ikut Pembahasan DIM RUU KUHAP Pemerintah
Sohibul Iman Jadi Ketua Majelis Syuro PKS, Al Muzammil Yusuf Diangkat Sebagai Presiden Baru
Pembongkaran Bangunan Ormas di Lahan BMKG Jadi Sorotan Publik dan Politik
Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Gagal di BPIP, Jadwal Baru Sedang Diatur Secara Khusus
Presiden Prabowo Subianto Larang Kader Partai Gerindra Serukan 2 Periode Sebelum Lakukan Evaluasi
Ahmad Muzani Sebut Tak Bahas Mundurnya Hasan Nasbi, Saat Makan Siang Bersama Prabowo Subianto
Hidayat Nur Wahid Dukung Penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ini Alasannya

Berita Terkait

Senin, 25 Agustus 2025 - 14:48 WIB

Dari Sidang MPR Hingga Sound Horeg, Eko Patrio Buka Fakta

Jumat, 18 Juli 2025 - 08:30 WIB

KPK Sebut Tak Pernah Diundang Ikut Pembahasan DIM RUU KUHAP Pemerintah

Kamis, 5 Juni 2025 - 07:07 WIB

Sohibul Iman Jadi Ketua Majelis Syuro PKS, Al Muzammil Yusuf Diangkat Sebagai Presiden Baru

Senin, 26 Mei 2025 - 11:06 WIB

Pembongkaran Bangunan Ormas di Lahan BMKG Jadi Sorotan Publik dan Politik

Rabu, 21 Mei 2025 - 15:45 WIB

Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Gagal di BPIP, Jadwal Baru Sedang Diatur Secara Khusus

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB