SERAMBI ISLAM – Sosok Neneng Umayah (24), tersangka pembunuhan terhadap Dini Nurdiani yang berselingkuh dengan suaminya telah terkuak.

Ia membunuh lantaran sakit hati dan cemburu akibat perselingkuhan tersebut.

Sebelum melakukan aksi pembunuhan terhadap Dini Nurdiani, Neneng mengaku telah mengetahui resiko yang didapatkan dan hukuman penjara selama 20 tahun yang dia terima.

“Dengan tegas dia (tersangka) katakan tadi, ‘saya tahu resikonya’ begitu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Kamis 18 Mei 2022.

Zulpan menegaskan, tersangka Neneng tidak mengalami gangguan jiwa.

Ia melakukan pembunuhan secara sadar dan hanya dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati akibat perselingkuhan korban dengan suaminya yang berinisial ID.

“Kami sudah berkomunikasi dengan tersangka, bahwa tersangka melakukan ini secara sadar dan tersangka tidak mengalami gangguan jiwa.”

“Tindakan ini murni hanya karena sakit hati,” jelasnya.

Lanjut Zulpan, tak lama setelah melakukan pembunuhan, tersangka kemudian mendatangi Polsek Cengkareng untuk mengakui perbuatannya. Ia mengaku menyesal telah membunuh Dini.

“Tersangka mengakui ke kepolisian setempat (Polsek Cengkareng) bahwa dia melakukan pembunuhan dan kami lakukan pembuktian terkait alat bukti yang kami temukan dan hasilnya identik dengan pelaku,” tukas Zulpan.

Diberitahukan sebelumnya, polisi menangkap pelaku pembunuhan wanita berinisial DN, yang dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah pamit ke acara buka puasa beberapa waktu lalu.

Pelaku inisial NU telah ditetapkan sebagai tersangka.

DN dilaporkan hilang setelah sempat berpamitan hendak berbuka bersama (bukber) pada 24 April 2022.

Korban kemudian ditemukan dalam kondisi telah tewas di kawasan Bekasi, Jumat 13 Mei 2022.

Korban dibunuh dengan cara dipukul di bagian kepala sebanyak lima kali dan dilanjutkan dengan penusukan pada organ vital hingga meninggal.

Setelahnya, jasad korban dibuang ke sungai.

Dalam aksinya ini, tersangka Neneng Umayah dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.***

Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.