SERAMBIISLAM.COM – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengutuk peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, dan menyebut aksi tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami menyampaikan duka yang mendalam atas kejadian di Polsek Astanaanyar ini karena telah menimbulkan banyak korban, kerusakan bahkan ketakutan.”
“Jelas sekali aksi bom bunuh diri itu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Menag di Jakarta, Rabu.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
WYF Himpun Lebih dari 400 Pelajar dalam Ajang Future Liberal Arts Leadership Summit di Makau

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menag mengatakan aksi teror yang dilakukan Agus Sujatno alias Agus Muslim jelas merugikan banyak pihak, di antaranya telah menewaskan seorang polisi dan melukai sejumlah polisi lainnya.
Tak hanya itu, seorang warga juga terluka karena terkena serpihan bom yang meledak saat apel pagi anggota Polsek Astanaanyar tersebut.”
“”Bom Astanaanyar bukti aksi kekerasan selalu rugikan banyak pihak,” kata dia.
Baca Juga:
Menjawab Pertumbuhan Pariwisata, Archipelago Hotels Terus Berkembang Menjangkau Beragam Pasar
Coway Raih Penghargaan IDEA Design Awards 2026, Lengkapi “Grand Slam” Desain Internasional
Gravity Game Unite Resmi Luncurkan Ragnarok Zero: Global pada 18 Agustus
Menag mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang bergerak cepat dengan datang langsung ke lokasi kejadian dan mengungkap pelaku bom bunuh diri ini.
Dari penelusuran sidik jari dan wajah (face recognition), pelaku diketahui bernama Agus Sujatno dan berafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.
Pengungkapan cepat ini mencegah kesimpangsiuran informasi yang bisa berdampak kurang baik di tengah publik.
“Kami mendukung langkah Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini dengan mendalami kemungkinan ada pelaku lainnya,” katanya.
Baca Juga:
Salon “Go Guangdong, Go Global” Sesi Indonesia Digelar di Guangzhou
Xinhua Silk Road: Jurnalis Muda Afrika Jajaki Peluang Kerja Sama Baru Tiongkok-Afrika di Hunan
Menag mengaku prihatin dengan ulah sebagian orang maupun kelompok yang masih menggunakan cara-cara kekerasan seperti halnya bom bunuh diri untuk menyampaikan perbedaan pandangannya.
Bagi dia, cara tersebut jelas bertentangan dengan ajaran agama manapun yang selalu mengutamakan penghormatan, kesantunan, dan keselamatan.
Agama juga mengajarkan umatnya untuk melakukan dialog atau musyawarah jika menemui persoalan yang mengalami kebuntuan.
“Untuk itu kami mendorong terutama kepada tokoh-tokoh agama untuk tidak lelah membangun komunikasi yang baik dengan umatnya dalam kerangka mencari solusi terbaik.”
“Agama harus dijadikan inspirasi dan solusi atas kehidupan ini, yg bukan dalih untuk melakukan kekerasan,” katanya.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Serambiislam.com, semoga bermanfaat.

















