SERAMBIISLAM.COM – Banda Aceh – Kedatangan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto di Aceh, Selasa 26 Desember 2023 disambut hangat dan meriah.
Oleh warga, ulama, simpatisan hingga tokoh masyarakat Aceh.
Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dan terus berupaya untuk swafoto serta bersalaman dengan Prabowo.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa

SCROLL TO RESUME CONTENT
Teriakan ‘Prabowo presiden’, juga kerap terdengar
Prabowo kemudian disambut dengan upacara adat Peusijuek yang dipimpin oleh Tgk H Sofyan Mahdi Abon Arongan.
Baca artikel lainnya di sini : SBY Sebut Prabowo Subianto adalah Sahabatnya, Patriot yang Mencintai Bangsa dan Negara Ini
Baca Juga:
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Di Aceh, Peusijuek merupakan upacara adat yang bertujuan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Momen kunjungan Prabowo ke Aceh kali ini dilakukan dalam rangka menghadiri acara silaturahmi dan doa.
Bersama ulama serta tokoh masyarakat Aceh yang digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.
Lihat juga konten video, di sini: SBY Sebut Prabowo Subianto adalah Sahabatnya, Patriot yang Mencintai Bangsa dan Negara Ini
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Acara itu juga dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY); serta Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam silaturahmi itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk membantu dan terus mengingat perjuangan rakyat Aceh.
“Saya berjanji tidak akan lupa rakyat Aceh, tidak akan lupa perjuangan rakyat Aceh.”
“Ini kehormatan bagi kita, tidak boleh kita sekali-sekali lupa jasa, perjuangan siapa pun”.
“Apalagi perjuangan dan sumbangan yang begitu besar untuk kita bersama,” kata Prabowo.
“Saya ucapkan selamat kepada tokoh-tokoh Aceh. Hal-hal yang masih menjadi kekurangan harus kita lengkapi, kita kejar, dan kita penuhi.”
“InsyaAllah pemerintah yang akan datang akan berjuang keras untuk memenuhinya,” sambung dia.
Di akhir sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa cinta dan apresiasinya atas perjuangan masyarakat Aceh selama ini.
“Minta maaf kalau ada kata-kata saya yang kurang berkenan. Saya hanya ingin sampaikan”.
“Bahwa hati saya penuh dengan cinta dan hormat kepada rakyat serta perjuangan masyarakat Aceh,” pungkas dia.***




















