Gerakan Perjuangan Palestina Hamas Tak Izinkan Pasukan Amerika Serikat Injakkan Kaki di Jalur Gaza

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 9 Februari 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Hamas, Sami Abu Zuhri. (Dok. Ilkha)

Perwakilan Hamas, Sami Abu Zuhri. (Dok. Ilkha)

JAKARTA – Gerakan perjuangan Palestina Hamas menegaskan tak akan mengizinkan pasukan Amerika Serikat menginjakkan kakinya di Jalur Gaza.

Sambil mengharapkan bahwa ucapan Presiden Donald Trump soal pemindahan paksa warga Palestina ke luar Gaza “tidak serius”.

Selasa (4/2/2025) lalu, Trump menyatakan bahwa Gaza kini hanyalah “zona penghancuran” dan rakyat Palestina tak punya pilihan.

Sehingga ia berharap supaya Mesir dan Yordania mau menerima warga Palestina yang direlokasi dari Jalur Gaza.

Tak hanya itu, Trump juga menyatakan bahwa AS akan “mengambil alih” Gaza.

Dan bertanggung jawab atas pembangunan kembali wilayah kantong tersebut.

“Kami telah berjuang melawan penjajahan Palestina selama bertahun-tahun.”

“Tentu saja, kami tak akan mengizinkan suatu penjajahan baru,” ucap perwakilan Hamas Sami Abu Zuhri kepada harian pro-pemerintah Turki, Hurriyet, Sabtu (7/2/2025).

“Kami memandang pernyataan Trump tak adil dan menghina rakyat kami.”

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

“Kami tak akan mengizinkan tentara Trump memasuki Gaza dalam keadaan apapun,” kata Zuhri.

Untuk itu, Hamas mengusulkan pembentukan suatu aliansi untuk “menentang sikap Trump.

Dan mencegahnya dari berupaya mengontrol dan menyerang Gaza atas kehendaknya sendiri,” tutur perwakilan Hamas itu.

“Aliansi tersebut harus memberi pesan kepada Trump bahwa rakyat kawasan ini bukanlah properti.”

“Dan jika dia ingin melindungi kepentingan AS, dia harus menghormati kedaulatan dan hak-hak mereka,” kata Zuhri, menambahkan.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Ekbisindonesia.com dan Infoemiten.com 

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Kilasnews.com dan Terkinipost.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Hallosolo.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berita Terkait

Menelusuri Peradaban Islam Lewat Sejarah Haji dan Dua Masjid Suci
Pangeran Tidur Arab Saudi Wafat Usai 20 Tahun Koma di Riyadh
Kurangi Ketegantungan Impor Mineral Kritis dari Tiongkok, Presiden AS Donald Trump Minta Mendag
Gempa Dahsyat Mengguncang Myanmar, Lebih dari 2.700 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
Mesir Akhirnya Dapat Pinjaman $1,2 Miliar dari IMF Usai Lolos dari Evaluasi ke-4 Program Reformasi
PBB Pangkas Dana untuk Pengungsi Rohingya di Indonesia Akibat Bantuan Amerika Serikat Dibekukan
Di Tengah Reruntuhan Rumah Bangunan yang Hancur, Warga Gaza Palestina Berbuka Puasa Ramadhan
Dengan Beragam Tradisinya, Umat Islam di Berbagai Belahan Dunia Sambut Ramadan

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 07:00 WIB

Menelusuri Peradaban Islam Lewat Sejarah Haji dan Dua Masjid Suci

Senin, 21 Juli 2025 - 08:18 WIB

Pangeran Tidur Arab Saudi Wafat Usai 20 Tahun Koma di Riyadh

Kamis, 17 April 2025 - 08:37 WIB

Kurangi Ketegantungan Impor Mineral Kritis dari Tiongkok, Presiden AS Donald Trump Minta Mendag

Kamis, 3 April 2025 - 11:31 WIB

Gempa Dahsyat Mengguncang Myanmar, Lebih dari 2.700 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Kamis, 13 Maret 2025 - 11:22 WIB

Mesir Akhirnya Dapat Pinjaman $1,2 Miliar dari IMF Usai Lolos dari Evaluasi ke-4 Program Reformasi

Berita Terbaru