Hadapi Pemilu 2024, Ini Pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 17 September 2022 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. (Dok. Muhammadiyah.or.id)

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. (Dok. Muhammadiyah.or.id)

SERAMBI ISLAM – Pada konteks bernegara, Muhammadiyah mengenal istilah negara Pancasila Darul ‘Ahdi Wa Syahadah.

Pancasila Darul ‘Ahdi Wa Syahadah merupakan hasil dokumen resmi keputusan Muktamar yang menjadi tempat berpijak di dalam negara kesatuan republik Indonesia.

Menurut, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir pandangan itu harus menjadi pegangan dan rujukan seluruh anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah dalam menjalankan segala peran dan tugasnya.

Oleh karenanya, meski masih cukup lama dalam menghadapi tahun politik nanti di Pemilu 2024, menjadi momen yang penting dan strategis untuk menghadapi berbagai persoalan kebangsaan.

“Bagi kita Muhammadiyah Pemilu ke Pemilu adalah peristiwa yang sudah biasa. Pemilu ke pemilu adalah sistem regulasi yang sudah berjalan rutin maka kita harus berperan bagaimana agar proses demokrasi ini berjalan secara substantif.”

“Mengikuti sistem yang betul betul akuntabel, kemudian juga system yang membawa pada prinsip prinsip kehidupan berbagsa dan bernegara menjadi lebih baik,” ungkap Haedar, dalam acara Konsolidasi Nasional LHKP PP Muhammadiyah secara daring, Jumat, 16 September 2022.

Menurut Haedar, demokrasi kita sekarang ini memang harus diakui merupakan demokrasi yang liberal, sebagai buah dari reformasi dan seakan akan kita tak berdaya dalam konteks ini.

Tetapi, jika kerja seluruh elemen bangsa mengarah pada terus menciptakan sistem demokrasi yang semakin substantif, demokrasi yang terus berpijak di atas konstitusi.

Bahkan demokrasi yang didasari oleh nilai-nilai Pancasila keempat, maka sebenarnya kita sudah memiliki rujukan untuk meluruskan arah demokrasi ini.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

“Ketika kita menghadapi demokrasi yang transaksional, koruptif, dan berbagai hal yang kemudian membuat bangsa ini berbelok arah maka kewajiban kita meluruskan sistem itu dengan membangun sistem yang semakin baik.”

“Perjalanan sebuah bangsa tidak bisa melompat dari satu pakem ke pakem lain, atau mengalami diskontinuitas dari satu fase ke fase lain.”

“Disinilah pentingnya kita membangun kontinuitas sistem itu agar menjadi lebih baik. Karena itu maka kita harus meletakkannya dalam konteks rekonstruksi kehidupan kebangsaan kearah yang lebih baik,” jelas Haedar.

Lebih dari itu, lanjut Haedar, tentu kita harus terus mendidik warga Persyarikatan kita agar tetap menghadapi pemilu dengan dinamika apapun, tidak meletakan organisasi, membawa organisasi ini menjadi partisan atas nama

apapun. “Insyaaallah pimpinan Muhammadiyah, warga Muhammadiyah sudah memiliki kearifan, pengalaman, kedewasaan, tanggung jawab, dan lebih dari itu prinsip prinsip organisasi yang membingkai kita untuk tidak partisan,” katanya.

Maka ketika kita tidak menjadi partisan justru disitulah, menurut Haedar, peran yang leluasa untuk mengawal pemilu ini menjadi lebih baik lagi.

“Mudah mudahan dari konsolidasi nasional ini LHKP akan memperoleh rumusan-rumusan pemikiran dan langkah yang multiperspektif dalam mengoperasionalkan tugas-tugasnya.”

“Tentu saja semuanya berada dalam koridor lembaga sebagai unsur pembantu pimpinan sesuai dengan tugasnya yang bersifat spesifik dan operasional.”

“Semoga Allah melimpahkan karunianya, tentunya konsolidasi ini tetapi kita selenggarakan dengan penuh persaudaraan, kegembiraan,” pungkasnya.***

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Perkuat Jejaring Profesional Industri Keuangan
Haji 2026 Lebih Terjangkau, Komisi VIII DPR RI Sepakati BPIH Baru
Kick Off Indonesia Jaga Palestina: Dari Jakarta, Suara Kemanusiaan Menggema
FORNAS VIII NTB Hadirkan Panggung Rakyat, Slank Jadi Tampil Spesial
Klarifikasi Ijazah Sang Mantan Presiden Jokowi: Datang, Irit Bicara, dan Serahkan Bukti di Bareskrim Polri
Tantangan Serius Dunia Pers Modern, Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja Melanda Industri Media
Presiden Prabowo Umumkan Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh dan Satgas PHK, Hadiah Hari Buruh
Puskopau Lanud Halim Perdanakusuma Bukan Pemilik Oriental Circus Indonesia, Ini Penegasan TNI AU

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:55 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Perkuat Jejaring Profesional Industri Keuangan

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:07 WIB

Haji 2026 Lebih Terjangkau, Komisi VIII DPR RI Sepakati BPIH Baru

Minggu, 19 Oktober 2025 - 20:08 WIB

Kick Off Indonesia Jaga Palestina: Dari Jakarta, Suara Kemanusiaan Menggema

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:35 WIB

FORNAS VIII NTB Hadirkan Panggung Rakyat, Slank Jadi Tampil Spesial

Selasa, 20 Mei 2025 - 15:24 WIB

Klarifikasi Ijazah Sang Mantan Presiden Jokowi: Datang, Irit Bicara, dan Serahkan Bukti di Bareskrim Polri

Berita Terbaru