SERAMBI ISLAM – Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menggelar latihan militer besar-besaran di perbatasan Rusia, Estonia sejak Senin 16 Mei 2022 hingga 3 Juni 2022 mendatang.
Dilansir dari BBC, Rabu 18 Mei 2022 latihan ini disebut dengan Headgehog 2022.
Latihan tersebut melibatkan 10 negara termasuk Finlandia dan Swedia yang akan bergabung dengan NATO serta latihan ini direncanakan sebelum invasi Rusia ke Ukraina
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, NATO juga menjelaskan tujuan digelarnya latihan militer ini untuk meningkatkan kesiapan dan interoperabilitas atau kemampuan dari dua atau lebih sistem atau komponen untuk berbagi data/informasi oleh pasukannya.
Sebanyak 15.000 tentara terlibat dalam latihan di Estonia, menjadikannya sebagai salah satu latihan militer terbesar yang diadakan di negara itu sejak 1991.
Latihan ini berlangsung 64km atau 40 mil dari pangkalan militer terdekat Rusia. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah serangan dari Rusia ke Estonia.
Baca Juga:
Gupshup Meluncurkan Voice AI Platform Mandiri, Memperluas Interaksi Percakapan ke Panggilan Telepon
Kehidupan yang Didukung AI: TCL Hadirkan Inovasi AI dalam Kehidupan Sehari-hari di IFA 2026
Hisense Perkenalkan Konsep “Companion Living” Berbasis AI di IFA 2026
Seperti diketahui, Finlandia dan Swedia telah meminta untuk bergabung dengan aliansi NATO.
Swedia pun tetap bersikap netral dalam menanggapi perang dunia kedua dan selama lebih dari dua abad telah menghindari bergabung dengan aliansi militer manapun.
Disisi lain, Finlandia juga sudah membagi perbatasan wilayahnya sepanjang 1.300 km atau 810 mil dengan Rusia. ***














