SERAMBIISLAM.COM – Rais A’am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengingatkan seluruh warga “nahdliyin” di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tentang tanda-tanda akan segera datangnya kiamat, yang sudah mulai kentara dalam kehidupan sehari-hari.
“Di era saat ini, banyak kejadian-kejadian pertanda semakin dekatnya kiamat,” katanya saat memberikan sambutan (taujihad an-nahdliyyah) pada acara pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) VII NU Banyumas di Pondok Pesantren Mamba’ul Ushulil Hikmah, Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Ahad.
Berdasarkan hadits, kata dia, era-era seperti sekarang sudah memasuki era yaumul haraj atau hari yang tidak menentu.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
RSPO RT2026 Bahas Kebakaran di Indonesia, Gerbang Ekspor Tunggal, dan Inklusi Petani Swadaya

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, hal itu dapat terlihat dengan adanya pembunuhan secara fisik ataupun pembunuhan nonfisik, seperti pembunuhan karakter dan sebagainya yang bisa juga terjadi dalam menghadapi persaingan pada konfercab semacam ini.
“Tapi Insya Allah di Banyumas dengan semangat yang sudah ditunjukkan, semua itu (pembunuhan karakter) tidak ada, Insya Allah,” kata ulama yang akrab disapa Kiai Miftah itu.
Lebih lanjut, Kiai Miftah mengatakan situasi yaumul haraj yang juga disebut sebagai era disrupsi atau era yang tidak menentu.
Baca Juga:
Shudao Investment Group Jadi Pusat Perhatian di Ajang Global Panda Partners Conference 2026
CJ BIO Luncurkan NewtriSolution™, Platform Berbasis Data yang Menekan Risiko Formulasi Pakan
Dalam hal ini, kata dia, banyak orang yang langsung datang ke umat tanpa kulo nuwun (minta izin) kepada pimpinannya dan itu datang setiap lima tahun sekali.
“Sudah tidak ada unggah-ungguh (sopan-santun) bagaimana mereka menemui umat. Umat ini ada pimpinannya, tapi nyelonong, dan itu sering terjadi,” katanya menegaskan.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya itu juga memaparkan beberapa tanda-tanda akan segera datangnya kiamat lainnya.
Terkait dengan Konfercab VII NU Banyumas, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu meminta agar kepengurusan yang nantinya terbentuk akan membawa NU Kabupaten Banyumas dalam lima tahun mendatang saling bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik, antara Tanfidziyah dengan Syuriah, sehingga mendapatkan kinerja yang baik.
Baca Juga:
Envision Green Ammonia Pasok Bahan Bakar VLAC Pertama di Dunia
Blokees Jadi Mitra Strategis Konser Hatsune Miku “MIKU WITH YOU 2026” di Tiongkok
Trane Perluas Program Beasiswa Future Climate Engineers, Jangkau Lebih Banyak Mahasiswa di Indonesia
Selain itu, katanya, kader NU, harus siap melaksanakan tugas seperti yang ditentukan oleh Syuriah termasuk dalam melaksanakan tugas di luar NU, demi bangsa dan negara.
“Saya berharap pada Konfercab VII ini menghasilkan pemimpin NU Banyumas yang amanah, dan kembali rukun setelah pemilihan Ketua Tanfidziyah,” kata KH Miftachul Akhyar .
Sementara itu, Ketua Panitia Konfercab VII NU Banyumas H Sudir Suhaib mengatakan dari total 1.500 orang yang hadir dalam konfercab, hanya 395 orang yang punya hak suara.
“Mereka yang punya suara terdiri atas Ketua Tanfidz dari kepengurusan di tingkat Kecamatan (MWC) dan kepengurusan di tingkat desa atau kelurahan (ranting),” katanya.
Dalam Konfercab VII NU Banyumas tersebut telah muncul lima kandidat Ketua Tanfidziyah PCNU Banyumas, yakni Sabar Munanto (petahana), Imam Hidayat, Khotmil Kirom, Abdul Rozak, dan Ahmad Rofiq.
Pemilihan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyumas tersebut dijadwalkan akan digelar pada Ahad (11/12) malam.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Serambiislam.com, semoga bermanfaat.
















