SERAMBI ISLAM – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap Islamic Chamber of Commerce, Industry and Agriculture (ICCIA), sebagai organisasi yang berafiliasi dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dapat mendorong kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat dunia.
Dalam pertemuan berdurasi sekitar 40 menit tersebut, ia menjelaskan berbagai langkah Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah yang dikoordinasikan oleh Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membangun kawasan-kawasan industri halal yang dibuka seluas-luasnya bagi investor dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
“Kami berharap investor-investor dari berbagai negara Islam, mungkin diinisiasi ICCIA, untuk berinvestasi, terutama di kawasan-kawasan industri halal yang kami bangun,” ujarnya.
Ia menyambut baik gagasan ICCIA untuk mendirikan pusat-pusat bisnis dan investasi di negara-negara berpenduduk Muslim besar.
Baca Juga:
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Menurutnya, hak tersebut perlu didukung dengan standardisasi sertifikasi halal guna memudahkan proses ekspor dan impor produk-produk halal.
“Kami juga mengharapkan nantinya supaya ekspor-impor produk-produk halal tidak terkendala, supaya ada standarisasi sertifikat halalnya. Sehingga tidak menjadi kendala, supaya diinisiasi bahwa saling mengakui sertifikat,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Wapres Ma’ruf Amin meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, sebagai mitra penting ICCIA, mengambil peran strategis dalam forum-forum internasional yang digagas organisasi itu agar Indonesia mampu menjadi pemimpin bukan sekadar partisipan.
“Sehingga Indonesia siap, jangan hanya untuk berpartisipasi, siap juga untuk diserahi pimpinan. Saya kira Indonesia juga siap untuk mengambil peran besar,” jelasnya.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
Sekretaris Jenderal ICCIA Yousef Hasan Khalawi mengatakan Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar dan memiliki potensi yang luar biasa besar untuk mengembangkan ekonomi Islam serta menjadi pemain internasional.
Salah satu ide besar ICCIA, katanya, mengembangkan 10 hub sektor bisnis di seluruh dunia Muslim, termasuk Indonesia, yang masing-masing memiliki kekhasan produk.
“Potensi bagi negara-negara Muslim besar, seperti Indonesia, Turki, Nigeria, adalah tidak terbatas. Kami memiliki keyakinan dapat mengembangkan ketiga negara ini dan negara-negara lainnya,” jelasnya.***

















