SERAMBIISLAM.COM – Indonesia turut meramaikan pameran produk halal terbesar dunia di Istanbul, Turki, melalui Paviliun Indonesia, untuk yang kedua kalinya.
“Sebagai negara Muslim terbesar, Indonesia harus memanfaatkan industri halal sebagai ceruk pasar.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengatakan bahwa hubungan bersejarah antara kedua negara harus dapat menjadi dasar peningkatan hubungan ekonomi yang dianggap masih belum optimal saat ini.
Paviliun Indonesia pada kesempatan tahun ini diikuti oleh 34 entitas peserta yang terdiri atas pelaku usaha dan pemerintah daerah, termasuk dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, Sumatera Utara, dan Banyumas.
Baca Juga:
High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
Beberapa perusahaan juga turut menghadirkan produk unggulan mereka, termasuk PT Kalbe Farma, PT Roda Mas Inti, PT MMM Plastics, dan Manajemen Qolbu.
Sementara itu, produk-produk yang dipromosikan mencakup barang mode Muslim, makanan, produk pertanian dan perkebunan, produk pembersih, produk ‘packaging’, obat-obatan herbal dan rempah.
Selain itu, ada juga BP Tanjung Pinang yang ikut mempromosikan kawasan ekonomi khusus untuk industri halal di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
OIC Halal Expo dan World Halal Summit merupakan pameran dan pertemuan bertema produk halal terbesar di dunia dan diadakan setiap tahun.
Baca Juga:
UOB Asset Management Soroti Ketahanan Ekonomi Global di Tengah Kondisi yang Semakin Tidak Menentu
Shanxi Gelar Dialog Global tentang Pelestarian Warisan Budaya
Tahun ini, event tersebut mengangkat tema ‘For a Sustainable Trade: Explore all the Aspects of the Growing Global Halal Industry’, dalam konteks situasi pasca pandemi COVID-19 dan memasuki krisis pangan dan energi.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Serambiislam.com, semoga bermanfaat.















