SERAMBI ISLAM – Aplikasi mobile banking Muamalat Digital Islamic Network (DIN) telah memproses transaksi senilai Rp46 triliun yang berasal dari 33 juta transaksi selama pandemi COVID-19.
Sejak diluncurkan pada akhir 2019, dia mengatakan 90 persen dari keseluruhan transaksi nasabah Bank Muamalat dilakukan melalui aplikasi itu hingga September 2022 ini.
Demikian disampaikan Direktur Operasi Bank Muamalat Awaldi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, transaksi yang ada di aplikasi itu sebesar 70 persen adalah transfer elektronik, dan sisanya adalah top up uang elektronik dan pembelian pulsa.
“Sebagai gambaran, transaksi digital sebelum pandemi hanya sekitar 30 persen dari total transaksi.”
“Dengan adanya peningkatan menjadi 90 persen ini menunjukkan bahwa nasabah kami sudah lebih aktif dan nyaman bertransaksi menggunakan Muamalat DIN,” kata Awaldi.
Baca Juga:
Gupshup Meluncurkan Voice AI Platform Mandiri, Memperluas Interaksi Percakapan ke Panggilan Telepon
Kehidupan yang Didukung AI: TCL Hadirkan Inovasi AI dalam Kehidupan Sehari-hari di IFA 2026
Hisense Perkenalkan Konsep “Companion Living” Berbasis AI di IFA 2026
Dia menyebut memang terjadi pergeseran kebiasaan nasabah dari yang sebelumnya datang ke kantor cabang beralih ke layanan digital dan pandemi COVID-19 menjadi katalis peralihan itu.
Di aplikasi Muamalat DIN, Awaldi mengatakan pihaknya belum lama ini meluncurkan fitur Gerai Reksa Dana Syariah.
Dengan menggandeng FUNDTastic+ sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) dan Eastspring Investments Indonesia selaku manajer investasi.
Dia melanjutkan minat nasabah perseroan terhadap produk investasi terus meningkat dari tahun ke tahun dengan rata-rata penjualan tumbuh sekitar 160 persen per tahun selama 4 tahun terakhir.
Sedangkan, untuk pelayanan haji, dia menyebut aplikasi Muamalat DIN memiliki fitur Pembukaan Rekening Tabungan Jamaah Haji (RTJH) dan Pembayaran Setoran Awal Porsi Haji.
Yang memudahkan calon jemaah haji dalam melakukan pendaftaran tanpa harus datang langsung ke kantor cabang, yakni nasabah bisa membayar setoran awal sebesar Rp25 juta.
Awaldi menjelaskan aplikasi Muamalat DIN sudah dilengkapi fitur keamanan terbaru seperti biometric login dan auto read One Time Password (OTP).
Juga bisa digunakan oleh nonnasabah Bank Muamalat dengan adanya fitur konten Islami seperti kalkulator zakat, jadwal salat dan arah kiblat.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Serambiislam.com, semoga bermanfaat.
















