Tak Rusak Diguncang Gempa 27 Mei 2006, Inilah Gaya Arsitektur Masjid Agung Giriloyo

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 24 Agustus 2022 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERAMBI ISLAM – Masjid Giriloyo merupakan masjid kagungan dalem (milik) Kraton Yogyakarta yang terletak di Dusun Cengkehan, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul.

Berdirinya kompleks Masjid dan Makam Giriloyo ini, erat kaitannya dengan Masjid Pajimatan dan kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri.

Usia kedua masjid dan pemakaman ini diperkirakan tidak jauh berbeda, dibangun sekitar abad 16 Miadiyah.

Kedua tempat tersebut diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung.

Arsitektur Masjid Giriloyo sama dengan bangunan masjid tua lainnya dengan model limasan dengan atap tumpang satu (tajug).

Di ujung atapnya terdapat mustaka menyerupai mahkota berbentuk bunga kenanga dari tembaga.

Masjid terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu ruang utama, serambi, pawestren, dan kolam.

Bagian ruang utama masih utuh seperti semula. Denah ruang utama berbentuk segiempat dengan luas 127 m2.

Struktur atap tumpang ditopang dengan empat buah sokoguru terbuat dari kayu jati. Sokoguru berdiri di atas umpak batu andesit.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Usuk bagian penanggap disusun bentuk paniyung (ruji payung). Penutup atap menggunakan genteng vlaam.

Di bagian tengah/di bawah menara ditutup dengan plafon kayu. Dinding ruang utama berupa pasangan bata berplester, dicat putih dengan tebal dinding 30 cm.

Pada dinding sisi timur terdapat tiga pintu dengan dua daun pintu. Pada sisi selatan terdapat satu pintu berdaun satu yang menghubungkan ke ruang pawestren.

Pada dinding sisi barat terdapat dua jendela berdaun dua dengan jeruji besi dan mihrab di bagian tengah.

Pada dinding sisi utara terdapat satu pintu berdaun dua menuju ke ruangan untuk menyimpan keranda.

Di dalam ruangan tersebut terdapat mimbar tempat khatib menyampaikan khotbah.

Juga terdapat bedug, kentongan, dan beberapa keranda yang disimpan di samping masjid.

Di sebelah selatan ruang utama terdapat bangunan limasan yang ditopang dengan saka dari kayu, bagian usuk dipasang model ri gereh (duri ikan).

Bangunan ini terbagi menjadi dua ruangan, yaitu ruang pawestren di bagian barat yang dulu biasa digunakan untuk jamaah perempuan dan serambi di sebelah timur.

Ruang pawestren berdenah persegi panjang, seluas 40,36 m2 dibatasi dengan dinding tembok berplester dicat warna putih, tebal dinding 30 cm.

Pada dinding sisi timur terdapat satu pintu berdaun dua. Pada sisi selatan terdapat satu jendela berdaun dua dengan jeruji besi dan satu pintu berdaun dua.

Pada dinding sisi utara terdapat satu pintu berdaun satu. Dinding ini sekaligus menggantikan tiang kayu untuk menopang konstruksi atap, namun masih ada dua tiang kayu yang tersisa di dalam pawestren.

Ruang yang digunakan untuk serambi seluas 27,94 m2 dan ditopang dengan lima saka dari kayu.

Pada sisi selatan terdapat pagar dari papan kayu. Lantai bangunan limasan berupa tegel abu-abu polos.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Serambi berbentuk bangunan limasan berdenah persegi panjang berukuran 80,55 m2. Serambi masih berbentuk seperti aslinya, belum mengalami perubahan.

Konstruksi atap ditopang oleh delapan saka dari kayu yang berdiri di atas umpak batu andesit.

Usuk dipasang model ri gereh dengan penutup atap berupa genteng vlaam. Serambi dibatasi dengan pagar kayu. Lantai serambi berupa tegel abu-abu polos.

Di depan serambi terdapat dua kolam dengan ukuran masing-masing 10,72 m2.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Dahulu, kolam digunakan para jemaah untuk membersihkan kaki sebelum masuk masjid agar bersih dari segala kotoran.

Saat gempa 27 Mei 2006 bangunan tidak rusak, tetapi hanya retak-retak pada tembok sisi selatan saja.

Meskipun sudah ada tiga buah pintu dan empat jendela, ruang utama masjid masih tampak gelap.

Udara di dalam masjid sangat sejuk karena banyak pepohonan rindang tumbuh di sekeliling masjid.

Pada malam hari banyak para peziarah yang berkunjung ke masjid dan makam serta tinggal hingga salat subuh.

Saat bulan puasa, masjid ramai dikunjungi pada 10 hari terakhir atau malam ke-21 Ramadhan dan seterusnya.***

Buat yang hobby berbagi tulisan, ayo menulis hikayat, cerita rakyat ataupun asal usul sejarah di kota Anda, artikel dapat dikirim lewat WhatsApp ke: 0855-7777888.

Boleh rewrite (menulis ulang) dari sumber resmi maupun website pemerintah dengan mencantumkan sumbernya, namun dilarang menyadur dari portal berita atau media online lain.

Berita Terkait

Masjid Lubuak Bareh Sungai Sarik Kecamatan VII Koto Didirikan Pada Pahun 1727
Masjid Tuo Kayu Jao Dibangun Tahun 1419, Perpaduan Corak Islam dan Corak Minangkabau
Dibangun Pedagang Arab di Samping Sungai Mberok, Masjid Menara Berdiri 1802
Berdiri Sejak 1773, Masjid Jami Trasan Punya Tradisi Selikuran Sejak Ratusan Tahun Lampau
Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang Dibangun oleh Sunan Kalijaga dalam Tempo ‘Satu Malam’
Masjid Jami, Kisah Masjid Tertua di Jayapura yang Didirikan para Pendatang Asal Maluku
3 Cerita Rakyat atau Legenda Masjid Demak, Pusat Kerajaan Islam Pertama di Jawa Tengah
Masjid Agung Darusssalam Cilacap Didirikan Tahun 1776 oleh Keturunan Sunan Kalijaga

Berita Terkait

Sabtu, 10 September 2022 - 14:51 WIB

Masjid Lubuak Bareh Sungai Sarik Kecamatan VII Koto Didirikan Pada Pahun 1727

Sabtu, 10 September 2022 - 14:23 WIB

Masjid Tuo Kayu Jao Dibangun Tahun 1419, Perpaduan Corak Islam dan Corak Minangkabau

Sabtu, 3 September 2022 - 10:00 WIB

Dibangun Pedagang Arab di Samping Sungai Mberok, Masjid Menara Berdiri 1802

Sabtu, 3 September 2022 - 09:51 WIB

Berdiri Sejak 1773, Masjid Jami Trasan Punya Tradisi Selikuran Sejak Ratusan Tahun Lampau

Senin, 29 Agustus 2022 - 19:22 WIB

Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang Dibangun oleh Sunan Kalijaga dalam Tempo ‘Satu Malam’

Berita Terbaru