Makna dan Sejarah Penamaan Dzulqadah, Sebagai Bulan Bersantai dan Perdamaian

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 29 November 2022 - 02:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makna dan Sejarah Penamaan Dzulqadah. (Pexels.com/Johannes Plenio)

Makna dan Sejarah Penamaan Dzulqadah. (Pexels.com/Johannes Plenio)

SERAMBIISLAM.COM – Berdasarkan urutan kalender Hijriyah, Dzulqadah menempati urutan ke-11, diapit Syawal dan Dzulhijjah.

Karena bulan ini diapit antara lebaran Syawal dan Lebaran Haji, masyarakat Jawa menyebutnya bulan Apit atau Hapit.

Dari segi kebahasaan, Dzulqadah berasal dari bahasa Arab dan terbentuk dari gabungan dua kata.

Pertama kata dzu yang biasa diartikan “memiliki”, dan kedua qa’dah seperti dikutip dari al-Mu’jam al-Wasith kata tersebut berarti tempat yang diduduki. (al-Mu’jam 2/748).

Jika diterjemahkan apa adanya ke dalam bahasa Indonesia, arti kata Dzulqadah adalah “bulan duduk-duduk”.

Sekilas penamaan ini akan tampak aneh dan tidak biasa bagi orang Indonesia, akan tetapi jika ditelusuri, penamaan bulan Dzuqadah ternyata memiliki alasan yang cukup dalam.

Terkait alasan penamaannya, al-Biruni dalam salah satu karyanya “al-Atsar al-Baqiyah ‘anil Qurun al-Khaliyah“ menerangkan Dzulqadah orang Arab bahkan sebelum Islam, lebih banyak berdiam diri di rumah.

Selain itu, di bulan Dzulqadah orang Arab lebih memilih “duduk” menahan diri dari peperangan. (al-Atsar al-Baqiyah, 69, 416)

Pakar linguistic, Ibnu Mandzur, salah satu ulama ahli bahasa Arab paling otoritatif di dunia Islam juga menjelaskan sebab penamaan Dzulqadah.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Alasannya orang Arab pada bulan ini memilih duduk-duduk bersantai di rumah mereka alih-alih perang dan mencari kehidupan atau perlindungan. (Lisanul Arab, 3/357)

Terlebih Dzulqadah merupakan bulan persiapan menuju puncak ibadah haji.

Tidak heran jika orang Arab menyepakati perdamaian di bulan ini karena memang, bulan ini termasuk empat bulan yang disepakati oleh orang Arab sebagai bulan hurum bersama bulan Muharram, Rajab, dan Dzulhijjah.

Bulan di mana pertumpahan darah tidak diperbolehkan. AlQuran mempertegas status bulan-bulan ini, firman Allah SWT :

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ….

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu….. (QS At-Taubah [9]: 36)

Fakhruddin ar-Razy dalam tafsirnya “Mafatih al-Ghaib” mengungkap makna kata hurum.

Menurutnya penamaan tersebut disebabkan segala macam maksiat akan berlipat ganda dosanya.

Sebaliknya, segala macam amal baik akan dilipatgandakan pahalanya. Alasan terakhir, orang Arab sangat mengagungkan bulan-bulan tersebut. (Mafatih al-Ghaib 16/41)

Melihat uraian di atas penamaan Dzulqadah cukup unik karena lekat dengan tradisi orang Arab bahkan jauh sebelum Islam hadir.

Mereka duduk bersantai, berdamai, lebih menikmati hidup karena jauh dari konflik dan peperangan yang setiap saat menghantui.

Kiranya, bagi masyarakat Indonesia setiap bulan adalah Dzulqadah, karena kultur negara ini identik dengan perdamaian bahkan tradisi negara ini bukan hanya duduk dan santai, justru Indonesia adalah tempat terenak untuk rebahan.

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Serambiislam.com, semoga bermanfaat.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berita Terkait

Tips Agar Anak Betah di Pondok Pesantren
Berkumpul dalam Doa: Nahdlatul Aulia Ajak Istighotsah untuk Persatuan
Begini Penjelasan Fatwa MUI Soal Air Hasil Daur Ulang, Apakah Suci dan Mensucikan?
Sifat Sabar Seorang Muslim Dapat Menyelesaikan Semua Permasalahan Hidupnya
Mengenal Kalender Hisab Urfi atau Hisab Alamah, Bisakah Dijadikan Kalender Islam Global?
Inilah Sejumlah Kriteria Sehingga Seseorang Dapat Disebut Sebagai Kafir
Ajak Sholat Gerhana Bulan, Inilah Himbauan Kementerian Agama untuk Umat Islam
Tragedi Sepak Bola di Stadion Kanjuruhan Malang dan dan Teka-Teki Tentang Masalah Maut dan Kematian

Berita Terkait

Selasa, 24 September 2024 - 03:16 WIB

Tips Agar Anak Betah di Pondok Pesantren

Jumat, 22 September 2023 - 18:02 WIB

Berkumpul dalam Doa: Nahdlatul Aulia Ajak Istighotsah untuk Persatuan

Senin, 9 Januari 2023 - 03:35 WIB

Begini Penjelasan Fatwa MUI Soal Air Hasil Daur Ulang, Apakah Suci dan Mensucikan?

Selasa, 20 Desember 2022 - 04:06 WIB

Sifat Sabar Seorang Muslim Dapat Menyelesaikan Semua Permasalahan Hidupnya

Selasa, 29 November 2022 - 02:53 WIB

Mengenal Kalender Hisab Urfi atau Hisab Alamah, Bisakah Dijadikan Kalender Islam Global?

Berita Terbaru

Pers Rilis

PROPAMI Perkuat Literasi Pasar Modal Lewat Talkshow Ramadhan

Jumat, 13 Mar 2026 - 05:47 WIB